San Fransico - Kepopuleran iPhone rupanya membuat industri pornografi tergiur. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa konten porno siap mengguncang pengguna iPhone, kini dikabarkan, pengguna smartphone ini dapat menikmati video 'panas' dalam tampilan 3 dimensi (3D).
Adalah raksasa konten dewasa, Pink Visual yang mengusung ide ini. Perusahaan tersebut membuat video porno yang dapat dinikmati dalam tampilan 3D di iPhone yang dibalut dengan Wazabee 3DeeShells oleh perusahaan Jerman, Spatial View.
"Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Spatial View untuk menyajikan video 'panas' dalam tampilan baru, yang membuatnya menjadi lebih nyata," ujar Kim Kysar, manager produk Pink Visual, seperti dikutip detikINET dari AFP, Selasa (24/3/2009).
Seperti apa sebenarnya yang dimaksud 3DeeShell tersebut? Ini adalah semacam lapisan kulit pelindung untuk menyelubungi iPhone. Melalui 'jendela' di lapisan tersebut, pengguna iPhone dapat melihat tampilan 3D tanpa menggunakan kaca mata khusus.
"Dalam beberapa bulan ke depan, kita akan melihat konten 3D mengalami pertumbuhan yang signifikan, kita dapat menontonnya di 3DeeShell," ungkap Jason King, vice president of marketing Spatial View.
Saat ini Pink Visual tengah mempersiapkan konten-konten 3D dan telah memiliki contoh konten yang siap tayang dalam tampilan 3D di situsnya. Sementara itu, 3DSheel akan mulai menyapa pasar awal minggu ini.
Sunday, June 21, 2009
Dapatkan Blackberry Gratis !
Ada kesempatan menarik nih, untuk dapetin Blackberry Bold dan Javelin gratis, cuma dengan mengikuti survey di bawah ini :
Klik link di bawah ini untuk mengikuti survey RedMango Indonesia:
Free Blackberry on Survey MobileTech Indonesia
Regards,
admti.
Toshiba Produksi Massal Chip 28nm Untuk Saingi Intel
Kabar Intel langsung menuju ke proses 32nm langsung direspon Toshiba. Demi menyaingi Intel dan juga Texas Instruments, produsen asal Jepang ini mengumumkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal chip sistem 28mm-nya tahun depan.

Saat ini Toshiba tercatat sebagai produsen chip memori flash NAND terbesar nomor dua. Namun dalam bisnis chip sistem, prestasi Toshiba kurang berseri.
Toshiba merupakan bagian dari kelompok perusahaan pengembang teknologi proses 28nm yang dipimpin oleh IBM. Kelompok perusahaan ini tadinya bermaksud untuk memulai produksi massal chip 32nm-nya tahun depan. Namun kini produksi 32nm-nya ditinggalkan, dan mereka langsung melompat ke proses 28nm.
Saat ini Toshiba tercatat sebagai produsen chip memori flash NAND terbesar nomor dua. Namun dalam bisnis chip sistem, prestasi Toshiba kurang berseri.
Toshiba merupakan bagian dari kelompok perusahaan pengembang teknologi proses 28nm yang dipimpin oleh IBM. Kelompok perusahaan ini tadinya bermaksud untuk memulai produksi massal chip 32nm-nya tahun depan. Namun kini produksi 32nm-nya ditinggalkan, dan mereka langsung melompat ke proses 28nm.
Google Earth-pun Mengakui Ambalat Milik RI
Jakarta (TANDEF) – Dunia internasional mengakui bahwa Blok Ambalat adalah bagian dari Republik Indonesia. Blok Ambalat tidak sekedar bagian dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif), melainkan benar-benar bagian dari wilayah teritorial Indonesia.
Ini dapat dibuktikan dengan software peta bumi & foto satelit yang dilansir oleh Google, yakni Google Earth. Terlihat jelas pada gambar di bawah ini bahwa Blok Ambalat berada di selatan daripada batas wilayah Indonesia-Malaysia (di Google Earth, sejak awal batas negara ini ditandai dengan garis kuning tebal).

Sebagaimana dilansir harian Kompas tanggal 6 Juni 2009 dalam berita berjudul “Menhan: RI Tak Gentar Hadapi Manuver Malaysia”, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyampaikan bahwa sejak 1966 Indonesia telah memberikan konsensi pada perusahaan multinasional ENI dan Chevron di Blok Ambalat dan itu tidak pernah dipersoalkan Malaysia sebelumnya, sampai mereka mengeluarkan Peta Maritim 1979, yang ditentang oleh Indonesia, Singapura, Vietnam dan China. “Hasil kontrak itu, selama ini juga masuk ke kas Negara Indonesia. Jadi, bagaimana pun posisi kita lebih kuat. Semua berdasar Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982,” ujar Menhan.
Jatuhnya Pulau Sipadan & Ligitan ke tangan Malaysia atas keputusan Mahkamah Internasional beberapa tahun lalu pun semata-mata bukan atas dasar bukti-bukti sejarah maupun dokumen legal di masa lampau, melainkan semata-mata atas dasar pertimbangan effective occupation, dimana Malaysia sudah membangun cottage & resort di Pulau Sipadan & Ligitan walaupun pada masa itu kedua pulau ini masih dalam sengketa.
Untuk itu, terhadap Blok Ambalat ini, perlu kiranya Indonesia menerapkan langkah yang serupa, yakni melakukan effective occupation terhadap Ambalat sebagai unjuk kedaulatan kita di sana. Effective occupation ini dapat dilakukan dengan melakukan eksplorasi minyak di sana, maupun dengan aktifnya nelayan kita melaut, tentunya dengan pengawalan ketat TNI untuk menjamin agar mereka tidak mendapat gangguan dari pihak asing manapun yang tidak ingin Ambalat tetap menjadi milik Indonesia.
Ini dapat dibuktikan dengan software peta bumi & foto satelit yang dilansir oleh Google, yakni Google Earth. Terlihat jelas pada gambar di bawah ini bahwa Blok Ambalat berada di selatan daripada batas wilayah Indonesia-Malaysia (di Google Earth, sejak awal batas negara ini ditandai dengan garis kuning tebal).
Sebagaimana dilansir harian Kompas tanggal 6 Juni 2009 dalam berita berjudul “Menhan: RI Tak Gentar Hadapi Manuver Malaysia”, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyampaikan bahwa sejak 1966 Indonesia telah memberikan konsensi pada perusahaan multinasional ENI dan Chevron di Blok Ambalat dan itu tidak pernah dipersoalkan Malaysia sebelumnya, sampai mereka mengeluarkan Peta Maritim 1979, yang ditentang oleh Indonesia, Singapura, Vietnam dan China. “Hasil kontrak itu, selama ini juga masuk ke kas Negara Indonesia. Jadi, bagaimana pun posisi kita lebih kuat. Semua berdasar Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982,” ujar Menhan.
Jatuhnya Pulau Sipadan & Ligitan ke tangan Malaysia atas keputusan Mahkamah Internasional beberapa tahun lalu pun semata-mata bukan atas dasar bukti-bukti sejarah maupun dokumen legal di masa lampau, melainkan semata-mata atas dasar pertimbangan effective occupation, dimana Malaysia sudah membangun cottage & resort di Pulau Sipadan & Ligitan walaupun pada masa itu kedua pulau ini masih dalam sengketa.
Untuk itu, terhadap Blok Ambalat ini, perlu kiranya Indonesia menerapkan langkah yang serupa, yakni melakukan effective occupation terhadap Ambalat sebagai unjuk kedaulatan kita di sana. Effective occupation ini dapat dilakukan dengan melakukan eksplorasi minyak di sana, maupun dengan aktifnya nelayan kita melaut, tentunya dengan pengawalan ketat TNI untuk menjamin agar mereka tidak mendapat gangguan dari pihak asing manapun yang tidak ingin Ambalat tetap menjadi milik Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)